IHSG Nyungsep Nyaris 5 Persen Siang Ini, Apa Biang Keroknya?
31 Mei 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hampir 5 persen pada sesi I perdagangan Rabu (3/6).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan koreksi IHSG pada penutupan sesi I karena adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sudah menembus Rp17.900 per dolar AS. Herditya juga menyampaikan pergerakan IHSG juga dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi yang bergerak menguat signifikan selama dua hari ke belakang.
“Di sisi lain, pergerakan IHSG dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi yang selama dua hari belakangan ini bergerak menguat signifikan, bahkan mengalami auto reject atas,” ujar Herditya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (3/6)
Dari sisi teknikal, ia menilai pergerakan IHSG masih berada di fase downtrendnya. “Dari sisi teknikal, pergerakan JCI masih berada di fase downtrendnya dan belum menunjukkan adanya tanda-tanda pembalikan arah yang valid,” tambahnya. Sementara itu, Pengamat Pasar Keuangan Ibrahim Assuaibi menilai IHSG terkoreksi bersamaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah dengan dolar Amerika Serikat (AS) merupakan bentuk komplikasi. Ia mengatakan komplikasi dari segi eksternal berkaitan dengan konflik Timur Tengah yang berdampak terhadap naiknya harga minyak mentah.
“Sehingga berdampak pada harga-harga yang terus mengalami kenaikan, membuat inflasi tetap tinggi. Inflasi tinggi kemungkinan besar bank sentral global akan menaikkan suku bunga, mempertahankan suku bunga tinggi dan menaikkan suku bunga,” kata Ibrahim.

